Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

CITA-CITA DAN TANTANGAN

Jalan kehidupan tak selalu mulus, lurus sesuai dengan yang kita harapkan. Rintangan dan cobaan akan selalu dan terus menghadang, ketegaran jiwa, selalu tabah dlm menjalani hidup adalah kunci utama. Aku hanya seorang pemuda dengan cita-cita ingin menjadi seorang yang lebih Berguna & bermanfaat bagi diri saya dan orang lain. Kalau boleh jujur cita2 saya , saya ingin menjadi pemain sepak bola yang terkenal namun apa daya keinginan hati tak sependapat dengan keinginan ati , naluri seorang ayah . Dia ingin ( Ayah ) anaknya kelak menjadi orang yang benar2 di orangkan . Anaknya kelak menjadi anak yang bisa menjunjung tinggi harkat dan maraba Kedua orang tuanya ( mendem jero, mikol dhuwor ). Keseharian hidup semasa kecil gw hidup di sebuah desa kecil, dengan penduduk yang masih hidup dengan kesederhanaan baik materi maupun fasilitas. Namun tidak semua penduduk seperti itu ada kehidupan mereka yang Lebih bai dari penduduk lainya, bisanya mereka yang bekerja dan mempunyai usaha ditan...

restorasi Meiji

Reformasi Ala Restorasi Meiji Restorasi Meiji, Meiji Ishin, Revolusi Meiji, atau Pembaruan Meiji adalah serangkaian kejadian ‘reformasi’ di Jepang yang praktis terjadi hanya dalam 3 tahun (1866-1868), tumbangnya pemerintahan feodal-korup keshogunan Tokugawa sebagai akhir zaman Edo dan berpuncak pada pengembalian kekuasaan di Jepang kepada Kaisar pada tahun 1868, sebagai awal zaman Meiji. Restorasi ini membawa perubahan besar-besaran struktur politik dan sosial Jepang, dan berlanjut hingga zaman edo. Kata Meiji sendiri berarti kekuasaan pencerahan dan pemerintah waktu itu bertujuan menggabungkan “kemajuan Barat” dengan nilai-nilai “Timur” tradisional. Dalam sejarah Jepang, babak pertama pemerintahan diktator militer feodalisme korup dimulai dengan kudeta Tokugawa Ieyasu atas kekuasaan kaisar sebagai pemerintahan yang sah setelah melewati pertempuran Sekihara tahun 1600. Karena terhalang garis keturunan untuk menjadi jenderal, Tokugawa Ieyasu memalsukan silsilah keturunan menjadi ...